Responsive image

UPZ Petrokimia Gresik Gandeng KOIN "Bangun Kemandirian Ekonomi Mayarakat"

Unit Pengumpul Zakat Badan Amil Zakat Nasional (UPZ Baznas) PT Petrokimia Gresik (PG) menandatangani kerjasama dengan perusahaan start up digital KO-IN (Toko Indonesia) di Kantor KO-IN, Jalan Pangeran Antasari Nomor 62, Jakarta Selatan, Senin (23/9).  Memorandum of Understanding (MoU) ini memuat program pemberdayaan ekonomi masyarakat sekitar perusahaan dengan mendirikan toko kelontong online.

Ketua UPZ Baznas PG, Yusuf Wibisono menjelaskan bahwa program ini nantinya akan membantu masyarakat sekitar perusahaan untuk membangun warung atau toko kelontong online. Saat ini, warung atau toko kelontong banyak yang tidak berkembang bahkan tutup karena kalah bersaing dengan kehadiran ritel modern.

Untuk itu, UPZ Baznas PG bekerja sama dengan KO-IN, perusahaan start up digital yang memiliki concern terhadap peningkatan taraf ekonomi mikro, untuk membantu masyarakat sekitar perusahaan mendirikan toko kelontong yang berbasis digital. Usaha mikro ini menawarkan kemudahan bagi pelanggan dalam berbelanja, sekaligus menyediakan barang dengan harga kompetitif dan diharapkan dapat mengembalikan kejayaan toko kelontong sebagai pusat/sentra jual-beli kebutuhan masyarakat.

Hal tersebut juga sesuai dengan pernyataan Chief Operational Officer KO-IN Tias Brian, “kami berharap toko-toko kelontong yang telah menjadi mitra kami kelak, kedepannya bisa menjadi sebuah jawaban akan kembalinya masyarakat, untuk berbelanja ke warung. Sebagai salah satu  pusat aktifitas di komunitas masyarakat. Tidak hanya menjual kebutuhan sehari-hari, tapi juga menawarkan beragam layanan yang mampu meningkatkan daya saing toko kelontong terhadap ritel modern yang ada”.

Brian juga menambahkan bahwa aplikasi KO-IN dapat memberikan kemudahan kepada masyarakat. Dengan memberikan akses digital kepada toko–toko kelontong, kerjasama ini merupakan wujud komitmen untuk memberikan inovasi kemudahan berbelanja di warung secara digital.

"Program ini diharapkan dapat menciptakan kemandirian ekonomi masyarakat di sekitar perusahaan, sekaligus memberikan edukasi terkait digitalisasi bisnis sehingga menumbuhkan jiwa wirausaha bagi berbagai komunitas sekitar perusahaan," ujar Yusuf Wibisono yang juga menjabat sebagai Sekretaris Perusahaan (Sesper) PG.

Mitra akan mendapatkan bantuan modal usaha dari UPZ Baznas PG. Selanjutnya, KO-IN akan mendampingi mitra dalam hal Promedsos (Promosi, Edukasi dan Sosialisasi), memberikan produk dengan harga ekonomis, serta menyiapkan teknologi untuk toko kelontong yang bergabung. Secara bertahap hingga akhir 2019, direncanakan ada 50 Mitra yang akan menerima manfaat dari program pemberdayaan ini.

Program ini nantinya melibatkan Desa/Kelurahan sekitar perusahaan, Karang Taruna, Komunitas PKK, Pelaku UMKM dan Bisnis Mikro (Warung Kelontong), serta Mustahik yang menjadi syarat penerima bantuan dari UPZ Baznas PG.

"Upaya ini merupakan wujud dukungan Petrokimia Gresik terhadap Pemerintah dalam menyiapkan lapangan pekerjaan, dimana selama ini serapan tenaga kerja tidak sebanding dengan bonus demografi," ujar Yusuf Wibisono.

Program ini, lanjut Yusuf Wibisono, juga sebagai upaya perusahaan untuk meningkatkan hubungan harmonis antara masyarakat sekitar perusahaan dengan Petrokimia Gresik, sehingga tercipta lingkungan yang kondusif dan dapat mendukung kegiatan operasional perusahaan.

 

23 Sep 2019

Kembali