free page hit counter

PRESS RELEASE CEO KOIN (TOKO INDONESIA) SEBAGAI PEMBICARA DALAM 1ST PHILIPPINES INDONESIA ECONOMIC AND INVESTMENT SUMMIT

Toko Indonesia

Created with Sketch.

PRESS RELEASE CEO KOIN (TOKO INDONESIA) SEBAGAI PEMBICARA DALAM 1ST PHILIPPINES INDONESIA ECONOMIC AND INVESTMENT SUMMIT

PRESS RELEASE CEO KOIN (TOKO INDONESIA) SEBAGAI PEMBICARA DALAM 1ST PHILIPPINES INDONESIA ECONOMIC AND INVESTMENT SUMMIT

KOIN hadir dalam acara 1st Philippines-Indonesia Economic & Investment Summit (PIEI Summit) yang bertema “Building on Shared Opportunities” pada hari Selasa, 18 Juni 2019 di Westin Hotel Jakarta. PIEI Summit merupakan acara konferensi yang pertama kali diadakan antara Philippine dan Indonesia dalam bidang ekonomi, setelah terjalin hubungan diplomatik yang telah berlangsung selama 70 tahun. CEO KOIN, ibu Devi Erna Rachmawati,  mendapat kesempatan sebagai panelis dalam panel diskusi bersama ibu Rizki Handayani (Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran dari Kementerian Pariwisata RI (Kemenpar RI)), Governor Marjorie O. Ramos – Samaniego (Dewan Investasi Philippines), Imam Mul Akhyar (Manager LNG Global Ventures PT. Pertamina) dan Alma Karma (Director for Investment Promotion Development, BKPM).

Ibu Devi Erna Rahmawati mengutarakan bahwa PIEI Summit merupakan kesempatan yang baik untuk KOIN mengembangkan distribusi, jaringan di Phillippines dan memiliki peluang untuk bersama – sama membangun usaha microfinance dengan investor dari Philippines. Hal ini ditandai dengan penandatanganan MOU antara KOIN dan Weepay, sebuah perusahaan dari Phillippine, untuk mengembangkan fitur KO-PAY.

Menjawab pertanyaan seorang peserta 1st IPEI summit,, ibu Devi selaku Komisaris Aliyaad Tour & Travel, ingin berkolaborasi dengan Phillippines dalam program “Halal Tour”. Ibu Rizki Handayani dari Kemenpar RI memberikan saran kepada investor Phillippines agar bila ingin membuat program ‘Halal Tour”, pihak-pihak pendukung pariwisata misalnya seperti restoran, harus mendaftarkan restorannya sebagai restoran halal. Jadi hal inilah yang harus disiapkan oleh industry pariwisata jika ingin membuat “Halal Tour”.

1st PIEI Summit dimulai sejak pukul 09.00 hingga pukul 13.00 WIB. Dimulai dengan sambutan pembuka oleh Duta Besar Philippines untuk Indonesia yaitu Leehiong Tan Wee. Beliau mengutarakan “Salah satu kesamaan Indonesia dengan Philippines adalah sama – sama negara pendiri ASEAN, ini pula yang mendasari Phillippines untuk membuat PIEI Summit”.

Kemudian sambutan pembuka oleh Antonio B. Capati, ketua Phillippines Business Club Indonesia (PBCI) yang juga penyelenggara 1st PIEI Summit. Antonio B. Capati berharap dengan diadakan PEIE Summit ini dapat membangun kesempatan investasi bersama – sama antar dua negara. Peran PBCI adalah untuk mengatur dan membantu lalu lintas investasi Phillippines di Indonesia.

Bapak Bernardino Vega yang merupakan komite KADIN untuk Asia Pasifik menjadi moderator dalam panel diskusi pertama. Acara masih dilanjutkan oleh Administrator & CEO Cagayan Economic Zone Authority,  Raul Lambino yang memberikan presentasi mengenai “Thriving Start-Up Ecosystem: Lessons Learned and Opportunities”. Panelis diskusi dari Indonesia berikutnya adalah Hari Santosa Sungkari (Deputi Infrastruktur, Kementrian Ekonomi Kreatif (KEMENKRAF), Fajrin rasyid (Co-Founder dan Presiden Bukalapak), Raden Bayu Hartoko (Startup & Community Engagement, Indigo Creative Nation, TELKOM Indonesia) Bersama panelis dari Phillippine yaitu A. Lin Neumann, Managing Director AMCHAM Indonesia, Raul Lambino, Johann Dizon dan Marvie Samala Rances, Senior Vice President for Lifestyle and Trade Partnership Department, BliBli.Com. 1st PIEI Summit ditutup dengan pidato singkat oleh Jeremiah C. Reyes, Commercial Atache, Phillippines Trade and Investment Center – Jakarta. Melalui acara ini, semoga dapat membina hubungan yang lebih erat lagi antar dua negara.

Leave a Reply

WhatsApp chat